Langsung ke konten utama

Postingan

Kesalahan Terbesar Ortu Dalam Berkomunikasi dengan Anak

Merasa anak suka melawan, tidak mau menurut, susah diajak kerja sama? Jangan buru-buru mencap buruk atau menyalahkan si anak. Coba introspeksi diri, mungkin cara berkomunikasi orang tua kepada anak yang selama ini salah. Salah satu kesalahan terbesar orang tua dalam berkomunikasi dengan anak adalah menganggap anaknya adalah anak kecil. Maksudnya? Tentu saja mereka memang masih kecil, tapi yang dimaksud di sini adalah dalam hal cara memperlakukan si anak. Anak kerap dianggap anak kecil yang pantas untuk dihardik, diomeli, diteriaki, dibentak. Juga omongannya sering kurang dianggap dan didengar. Padahal anak sejatinya sama saja seperti kita manusia dewasa, hanya saja mereka bertubuh kecil dan masih harus banyak belajar. Intinya, mereka adalah manusia kecil.

Mengapa Ortu Tidak Boleh Emosi Jika Anak Tidak Mau Makan

Anak balita tidak mau makan, atau yang lebih dikenal dengan istilah GTM (gerakan tutup mulut), tentu membuat ortu was was, khawatir asupan gizinya tidak mencukupi, khawatir anak menjadi lemas, khawatir anak menjadi sakit. Ini seringkali membuat ortu jadi emosi. Ujung-ujungnya ortu menjadi marah-marah, panik, bahkan memaksa anak makan. Tapi tahukah, sikap emosi ini justru lebih merusak ketimbang bermanfaat. Emosi dan marah bukanlah solusi, tapi petaka. Ortu dituntut harus tetap tenang dan sabar. Saya coba rangkum alasannya mengapa ortu harus tetap tenang menghadapi kondisi ini:

[Video] Bahaya Susu Formula dan Strategi Jahat Pemasarannya

Baru menemukan video ini sekitar 2 minggu yang lalu. Semakin terkuak buruknya susu formula dan strategi jahat pemasarannya. (Dan saya pun semakin dendam kesumat dengan susu) Melihat bidan dalam video ini, saya jadi teringat dengan dokter anak yang pernah kami kunjungi beberapa waktu lalu. Mungkin kondisinya sama dengan bidan yang diwawancarai di video ini. Lihat betapa semangat dan bangganya bidan itu menceritakan afiliasinya dengan produsen susu formula, bagaimana kuliahnya dibiayai dan peralatan prakteknya disponsori oleh si produsen susu. Sebagai timbal balik, secara tidak langsung dia menjadi duta pemasaran produk susu formula yang bersangkutan dengan menyebarkannya kepada pasiennya.

Yang Lagi Hits: Adversity Quotient

Mau mengulas sedikit mengenai tulisan yang beberapa hari terakhir ini ramai di- share hampir di semua group WA. Tulisan tentang AQ ( Adversity Quotient) ini menurut saya sangat bagus, jadi layak untuk saya simpan di blog ini. Seperti dikutip dari tulisan itu: AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. Saya bukan mau membahas lebih jauh mengenai definisi tersebut. Saya hanya mau bercerita bahwa tulisan itu telah menyadarkan dan membuat saya bepikir kembali apakah kita sebagai orang tua sudah memiliki AQ yang cukup? Coba ingat-ingat lagi. Apakah kita sendiri masih gampang mengeluh ketika kita menghadapi kesulitan? Apakah kita suka mencari ' excuse ' ketika kita melakukan kesalahan (misal menyalahkan orang lain atau keadaan)? Apakah kita masih sering merasa seharusnya ada orang lain yang membantu kita ketika kita mengalami kesulitan? Apakah kita gampang marah, kesal, mengum...

The Power of "Listening"

Semua orang pasti setuju bahwa untuk membina hubungan yang baik, kita harus membangun komunikasi yang baik. Kalau kita bicara masalah komunikasi, pasti yang terpikir adalah bagaimana berbicara yang baik, mengungkapkan pendapat, dan menyampaikan apa yang ada di pikiran. Tapi ada satu ilmu komunikasi yang paling penting yang justru sering orang lupakan, yaitu: “Mendengarkan” ( Listening ). Ya, “mendengarkan” justru sering diabaikan, bahkan disepelekan. Pasti semua orang berpikir mendengarkan itu gampang, jadi buat apa dibahas. Apa betul? Saya jadi teringat salah satu quote yang disebarkan orang-orang di media sosial:

My Love & Hate Relationship with Milk

Saya penikmat dan penyuka susu sapi sejak kecil. Saya termasuk yang paling rajin minum susu di antara kakak-kakak saya. Ketika saya sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, saya pun masih rajin membeli dan rutin meminum susu. Ketika saya punya anak, saya pun senang kalau anak saya juga senang minum susu. Ya iya, apalagi semua ibu-ibu pasti bilang: “Gak apa-apa makannya susah, yang penting minum susunya kuat.” Dan ‘Alhamdulillah’ anak pertama saya minum susunya kuat sekali. Tentu saya senang sekali, apalagi kalau sudah dipuji ibu-ibu lain yang melihat anak saya yang montok dan suka susu. Tapi itu dulu. Sekarang semua berubah 180 derajat setelah saya mengetahui fakta-fakta sebenarnya tentang susu sapi. Dan setelah saya amati, semuanya cocok dengan apa yang saya lihat dan alami selama ini. Yang menjadi pertanyaan yang mengusik adalah: apakah saya yang peminum susu ini sehat? Apakah anak pertama saya yang minum susunya kuat itu sehat? Sayangnya jawaban untuk semuanya adalah: TIDA...

Teori Tangki Cinta Anak

Ini adalah tulisan yang saya rangkum dari Bab 1-2 buku "Hypnotherapy for Children" karya Adi W. Gunawan, seorang ahli hipnoterapi. Penjelasan teori dalam buku tersebut banyak membukakan mata saya mengenai apa yang sebenarnya menjadi "akar permasalahan" ketika perilaku anak kita bermasalah. Ini sangat membantu saya memahami anak dan bagaimana saya harus bersikap dan memperlakukan anak. Bagi saya ini bukan hanya sekedar teori. Tidak ada yang mengatakan menjadi orang tua itu gampang, tapi tidak ada yang mustahil untuk ditangani selama kita berpikir positif. Karena itu saya pribadi selalu membaca dan membekali diri saya dengan ilmu parenting sebanyak-banyaknya, sambil tidak lupa selalu melakukan introspeksi diri dan open-minded , yaitu berusaha tidak menyangkal jika ada masalah dan mengakui jika kita melakukan kesalahan. Jika orang tua selalu dalam posisi  denial , sesungguhnya anak juga lah yang akan jadi korban, dan itu akan menjadi bumerang bagi orang tuanya se...