Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label memberi makan anak

Refleksi Menjadi Orang Tua: Semua Itu Harus Diusahakan

Sejak punya anak, saya banyak sekali belajar, dan terpaksa harus belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Saya belajar bahwa anak tidak dilahirkan dengan sifat-sifat dan karakter baik dari sananya, di mana orang tua tinggal menikmatinya saja. Sebaliknya, anak juga tidak dilahirkan dengan sifat-sifat dan karakter buruk dari sananya, yang seolah menjadi kutukan bagi orang tuanya. Sejatinya tidak ada anak yang terlahir sebagai anak baik, nakal, atau jahat, yang ada adalah anak lahir dalam keadaan belum mengerti. Anak ibarat sebuah komputer yang masih kosong isinya ketika lahir, dan tugas orang tualah untuk “mengisinya” dengan program-program yang baik. Saya belajar bahwa baik buruknya perkembangan anak sangat tergantung dari pola asuh yang didapatnya. Dan semua itu harus diusahakan oleh orang tuanya. Ternyata tidak bisa kita berpikir, nanti kalau sudah besar juga akan mengerti sendiri. Nanti semakin besar juga akan berubah sendiri. Dari pengalaman saya, ternyata tidak demi...

Mengapa Ortu Tidak Boleh Emosi Jika Anak Tidak Mau Makan

Anak balita tidak mau makan, atau yang lebih dikenal dengan istilah GTM (gerakan tutup mulut), tentu membuat ortu was was, khawatir asupan gizinya tidak mencukupi, khawatir anak menjadi lemas, khawatir anak menjadi sakit. Ini seringkali membuat ortu jadi emosi. Ujung-ujungnya ortu menjadi marah-marah, panik, bahkan memaksa anak makan. Tapi tahukah, sikap emosi ini justru lebih merusak ketimbang bermanfaat. Emosi dan marah bukanlah solusi, tapi petaka. Ortu dituntut harus tetap tenang dan sabar. Saya coba rangkum alasannya mengapa ortu harus tetap tenang menghadapi kondisi ini:

Juklak Memberi Makan Anak

1. Semua anak batita/balita pasti melalui fase GTM (Gerakan Tutup Mulut) Ini karena kebutuhan kalori anak memang jauh menurun ketika dia sudah melewati usia 1 tahun. Bisa dibilang ini adalah mekanisme “diet” alami dan naluriah yang dijalankan anak. Jika anak mengkonsumsi kalori dalam jumlah yang sama terus menerus seperti ketika dia belum berumur 1 tahun, anak akan tumbuh menjadi seperti bola (obesitas). Jadi bersiaplah menghadapi hal ini dan dampingi anak dengan sabar. 2. Jadikan dan tumbuhkan pemahaman bahwa makan merupakan kebutuhan , caranya: Beri makan pada interval teratur selang 3-4 jam . Biasakan beri makan pada interval teratur tanpa ada pemberian makanan di antaranya. Ini demi mendorong nafsu makan anak pada saat jam makan. Masa pertumbuhan bukan berarti anak harus makan setiap saat . Memang betul anak masih dalam masa pertumbuhan, tapi ini bukan berarti anak harus makan terus menerus. Lebih baik memberlakukan interval makan yang jelas seperti di atas sehingga ...