Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label efek negatif susu sapi

Mengapa Ortu Tidak Boleh Emosi Jika Anak Tidak Mau Makan

Anak balita tidak mau makan, atau yang lebih dikenal dengan istilah GTM (gerakan tutup mulut), tentu membuat ortu was was, khawatir asupan gizinya tidak mencukupi, khawatir anak menjadi lemas, khawatir anak menjadi sakit. Ini seringkali membuat ortu jadi emosi. Ujung-ujungnya ortu menjadi marah-marah, panik, bahkan memaksa anak makan. Tapi tahukah, sikap emosi ini justru lebih merusak ketimbang bermanfaat. Emosi dan marah bukanlah solusi, tapi petaka. Ortu dituntut harus tetap tenang dan sabar. Saya coba rangkum alasannya mengapa ortu harus tetap tenang menghadapi kondisi ini:

[Video] Bahaya Susu Formula dan Strategi Jahat Pemasarannya

Baru menemukan video ini sekitar 2 minggu yang lalu. Semakin terkuak buruknya susu formula dan strategi jahat pemasarannya. (Dan saya pun semakin dendam kesumat dengan susu) Melihat bidan dalam video ini, saya jadi teringat dengan dokter anak yang pernah kami kunjungi beberapa waktu lalu. Mungkin kondisinya sama dengan bidan yang diwawancarai di video ini. Lihat betapa semangat dan bangganya bidan itu menceritakan afiliasinya dengan produsen susu formula, bagaimana kuliahnya dibiayai dan peralatan prakteknya disponsori oleh si produsen susu. Sebagai timbal balik, secara tidak langsung dia menjadi duta pemasaran produk susu formula yang bersangkutan dengan menyebarkannya kepada pasiennya.

My Love & Hate Relationship with Milk

Saya penikmat dan penyuka susu sapi sejak kecil. Saya termasuk yang paling rajin minum susu di antara kakak-kakak saya. Ketika saya sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, saya pun masih rajin membeli dan rutin meminum susu. Ketika saya punya anak, saya pun senang kalau anak saya juga senang minum susu. Ya iya, apalagi semua ibu-ibu pasti bilang: “Gak apa-apa makannya susah, yang penting minum susunya kuat.” Dan ‘Alhamdulillah’ anak pertama saya minum susunya kuat sekali. Tentu saya senang sekali, apalagi kalau sudah dipuji ibu-ibu lain yang melihat anak saya yang montok dan suka susu. Tapi itu dulu. Sekarang semua berubah 180 derajat setelah saya mengetahui fakta-fakta sebenarnya tentang susu sapi. Dan setelah saya amati, semuanya cocok dengan apa yang saya lihat dan alami selama ini. Yang menjadi pertanyaan yang mengusik adalah: apakah saya yang peminum susu ini sehat? Apakah anak pertama saya yang minum susunya kuat itu sehat? Sayangnya jawaban untuk semuanya adalah: TIDA...

Mengapa Kita Harus Berhenti Mendewa-dewakan Susu Sapi

1. Komposisi susu sapi lebih cocok untuk anak sapi, bukan manusia Komposisi susu sapi sebetulnya tidak cocok untuk manusia karena memang diciptakan untuk anak sapi. Laktosa (Gula Susu) yang terkandung di dalamnya justru lebih banyak menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas, kolesterol, dll. Kalsium yang terkandung dalam susu sapi pun sebetulnya tidak dikenali komposisinya oleh tubuh manusia, sehingga tidak bisa diserap dengan baik. Tidak ada susu lain yang perlu manusia konsumsi selain ASI. 2. Kalsium dalam susu sapi tidak mudah diserap oleh tubuh manusia Seringkali orang mementingkan asupan susu sapi karena kandungan kalsiumnya. Padahal kalsium dari susu sapi tidak mudah diserap oleh tubuh manusia, dan justru akan menjadi “sampah” dalam tubuh. Inilah mengapa anak yang banyak mengkonsumsi susu sapi justru lebih mudah sakit. Masih banyak makanan berkalsium lain yang mudah diserap kalsiumnya oleh tubuh manusia (seperti brokoli dan lettuce). Kandungan kalsium dalam ASI mas...