Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label picky eater

Juklak Memberi Makan Anak

1. Semua anak batita/balita pasti melalui fase GTM (Gerakan Tutup Mulut) Ini karena kebutuhan kalori anak memang jauh menurun ketika dia sudah melewati usia 1 tahun. Bisa dibilang ini adalah mekanisme “diet” alami dan naluriah yang dijalankan anak. Jika anak mengkonsumsi kalori dalam jumlah yang sama terus menerus seperti ketika dia belum berumur 1 tahun, anak akan tumbuh menjadi seperti bola (obesitas). Jadi bersiaplah menghadapi hal ini dan dampingi anak dengan sabar. 2. Jadikan dan tumbuhkan pemahaman bahwa makan merupakan kebutuhan , caranya: Beri makan pada interval teratur selang 3-4 jam . Biasakan beri makan pada interval teratur tanpa ada pemberian makanan di antaranya. Ini demi mendorong nafsu makan anak pada saat jam makan. Masa pertumbuhan bukan berarti anak harus makan setiap saat . Memang betul anak masih dalam masa pertumbuhan, tapi ini bukan berarti anak harus makan terus menerus. Lebih baik memberlakukan interval makan yang jelas seperti di atas sehingga ...

Melawan Mitos Tentang Pengasuhan Anak (Part 2)

Ternyata banyak hal-hal yang selama ini dianut dan dipahami oleh orang tua dalam hal mengasuh anak adalah pemahaman atau mitos yang salah. Celakanya, mitos-mitos tersebut sedikit banyak menghambat perkembangan anak, bahkan bisa sangat merugikan. Selama lebih dari 3 tahun menjadi seorang ayah, hal-hal tersebut satu per satu mulai terungkap. Dari hasil pengalaman pribadi dengan anak saya sendiri, dan juga hasil mengumpulkan info dari sana sini, saya menyimpulkan hal-hal di bawah ini adalah pemahaman atau mitos yang salah. Ini merupakan sambungan dari  Part 1 4.  Picky eater adalah keturunan dan tidak bisa dicegah Mitos : Sifat picky eater atau pilih-pilih makanan adalah keturunan dan tidak bisa dicegah. Kalau orang tuanya dulu cenderung picky eater , ada kemungkinan anaknya pun demikian.

Wish List For My Second Child, Kelvin

Pengalaman adalah guru terbaik. Your best teacher is your last mistakes. Belajar dari pengalaman dengan anak pertama, Rei, beserta segala kekurangan dan kesalahan yang kami lakukan, saya berharap untuk anak kedua, Kelvin, kami bisa menerapkan pengasuhan yang lebih baik. Bukan berarti dengan Rei gagal ya, tapi semata-mata supaya segala sesuatu yang baik bisa dimulai lebih awal, dan hasilnya juga bisa lebih baik dan optimal. Karena itu, saya sengaja membuat wish list ini untuk Kelvin: Gak minum susu formula sama sekali. Bayi hanya butuh ASI, bukan susu sapi. Jangan bilang "Jangan" atau "No no". Hypnoparenting, afirmasi positif. Baby led weaning (BLW). Yup, pengen banget, supaya si kecil mau makan banyak buah dan sayuran, juga mendapat efek-efek positif lainnya. No TV and gadget until 2 years old. Komunikasi face to face lebih banyak membantu bayi berkembang dan cepat bicara. Dan berikut ini penjelasannya: