Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label parenting

Cerita Tak Terlupakan Ketika Berlibur di Negeri Timur

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah ayat 6) Liburan ke Jepang kemarin, ada satu peristiwa berkesan yang gak mungkin saya lupakan. Bukan tentang liburannya itu sendiri, tapi tentang anak-anak saya. Datang ke sebuah negara maju, segalanya terlihat lebih megah, lebih bersih, lebih canggih. Tapi di balik itu, aturan-aturan mereka juga jauh lebih strict . Hari pertama tiba, kami berharap semuanya lancar, karena sudah persiapan booking hotel dari jauh-jauh hari. Namun begitu mau check-in, ternyata petugas hotel bilang bahwa ada masalah di booking kami, dan solusinya harus ada tambahan pembayaran yang nominalnya lumayan besar. Shock banget dengarnya. Padahal saya sudah sangat berhati-hati karena tahu betapa strict- nya aturan menginap di negara ini. Entah ini kesalahan di sistem atau apa, sulit menyalahkan siapa pun. Satu jam lebih saya berusaha menjelaskan dan negosiasi dengan petugas hotel, di- backing istri di sebelah, tapi tetap gak ada titik temu, mereka ...

Sibling Without Rivalry... Emang Bisa?

Kalau lihat fotonya seperti ini sih memang adem. Tapi jangan tertipu, kenyataan tidak selalu seindah foto di media sosial. Yang namanya kakak adik, cowok, umurnya gak terpaut jauh, tahu sendiri apa yang bakal terjadi sehari-hari. Pernah nonton Tom & Jerry kan? Nah persis. Perkara berbagi makanan, mainan, sampai hal remeh temeh masalah siapa yang duluan atau duduk sebelah mana aja bisa jadi keributan. Apalagi anak cowok, sukanya main fisik. Sialnya, kita sebagai ortu gak pernah diajarin gimana harus menghadapi ini semua. Gak ada kursusnya, gak ada sekolahnya.  Siapin urat sabar sepanjang apapun juga sepertinya gak cukup. Kita cuma tahu dari orang tua jaman dulu, cara efektif untuk melerai si Tom & Jerry adalah: Minta si kakak untuk selalu mengalah Selalu lindungi si adik dari gangguan si kakak Intervensi setiap konflik dan jadi hakim penengah Tujuannya supaya konflik cepat selesai. Betul kan? Padahal kasihan sekali si kakak. Kenapa dia jadi harus selalu mengalah? Padahal buk...

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Yang Tiba-Tiba Merengek Minta Dibelikan Sesuatu Yang Tidak Perlu?

Jawabannya bisa bermacam-macam, tergantung usia anak. Ini pengalaman saya dengan 3 anak lelaki saya yang masih kecil-kecil. Ketika Anak Masih Sangat Kecil Ketika anak masih sangat kecil dan belum bisa diajak berkomunikasi 2 arah (misalnya usia 1–3 tahun) ini strategi saya: Kalau pergi ke swalayan atau toko bersama anak, saya tidak membiasakan selalu membelikan mereka sesuatu, kecuali kalau tujuannya memang untuk berbelanja kebutuhan mereka. Kalau sekedar dia mau menemani saya pergi saja, ya saya belanja sesuai kebutuhan saja. Ketika sedang di toko, jika anak mengambil sesuatu dari rak, saya akan membiarkannya, saya anggap dia hanya ingin bereskplorasi saja, bukan berarti saya wajib membelikannya. Ketika belanja sudah selesai, saya minta dia untuk mengembalikannya, atau saya pisahkan barangnya. Lebih baik seperti itu daripada langsung kita larang, karena kalau langsung kita larang justru anak malah bisa ngambek dan akhirnya malah memaksa kita untuk membeli. Kalau memang terjadi anak mem...

Apakah Bentakan Orang Tua Termasuk Kesalahan Dalam Mendidik Anak?

Ini pertanyaan yang tidak bisa dijawab sesimpel Ya atau Tidak. Ada banyak perspektif di dalamnya. Dalam dunia yang ideal, tentu membentak anak adalah sesuatu yang tidak baik, sesuatu yang salah, sesuatu yang buruk. Tapi ortu bukanlah robot. Ortu juga manusia biasa yang punya perasaan, punya emosi, yang bisa lelah, yang kadang juga butuh  me time , kadang butuh dimengerti, dan kadang juga bisa hilang kontrol. Bagi yang belum pernah merasakan menjadi orang tua, mungkin akan dengan mudahnya bilang membentak anak itu salah, harus pakai cara halus, saya berjanji tidak akan melakukannya jika punya anak nanti. Tapi setelah jadi orang tua dan punya anak, tidak semudah itu fergusso. Bohong banget kalau saya bilang saya gak pernah marah atau gak pernah membentak anak-anak saya sedikitpun. Bukan saya mau membela diri, bukan pula mau membenarkan perbuatan membentak anak. Namun baik buruknya, semua tergantung bagaimana keseharian kita bersama anak, dan bagaimana kita kemudian menyikapinya jika ...