Langsung ke konten utama

Because One Day Mommy, I Won't Be This Small

I came across this very beautiful poem that got me melted into tears (for real). I was at the office at the time, and I was like trying to hide my tears from my colleagues.

It reminds me to always enjoy and appreciate every moment spent in caring for my children, through all the good and rough moments, and to always be grateful to have them. They will all just grow too fast, and one day we will miss those moments all too soon.

For my beloved and the best children in the world, Rei and Kelvin.

"I won't always cry, mommy, when you leave the room
And my supermarket tantrums will end too soon
I won't always wake daddy, for cuddles through the night
And one day you'll miss, having a chocolate face to wipe.
You won't always wake to find my foot is kicking you out of bed
Or find me sideways on your pillow, where you want  to lay your head
You won't always have to carry me, in asleep from the car
Or piggy back me down the road when my little legs can't walk that far
So cherish every cuddle, remember them all
Because one day mommy, I won't be this small."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Tangki Cinta Anak

Ini adalah tulisan yang saya rangkum dari Bab 1-2 buku "Hypnotherapy for Children" karya Adi W. Gunawan, seorang ahli hipnoterapi. Penjelasan teori dalam buku tersebut banyak membukakan mata saya mengenai apa yang sebenarnya menjadi "akar permasalahan" ketika perilaku anak kita bermasalah. Ini sangat membantu saya memahami anak dan bagaimana saya harus bersikap dan memperlakukan anak. Bagi saya ini bukan hanya sekedar teori. Tidak ada yang mengatakan menjadi orang tua itu gampang, tapi tidak ada yang mustahil untuk ditangani selama kita berpikir positif. Karena itu saya pribadi selalu membaca dan membekali diri saya dengan ilmu parenting sebanyak-banyaknya, sambil tidak lupa selalu melakukan introspeksi diri dan open-minded , yaitu berusaha tidak menyangkal jika ada masalah dan mengakui jika kita melakukan kesalahan. Jika orang tua selalu dalam posisi  denial , sesungguhnya anak juga lah yang akan jadi korban, dan itu akan menjadi bumerang bagi orang tuanya se...

Ikut Seminar Money Mastery Game Bersama Tung Desem Waringin

Dengan niat mencari ilmu demi perencanaan keuangan untuk masa depan keluarga, hari Minggu kemarin, 26 April 2015, saya iseng ikut seminar bertajuk "Money Mastery Game" yang dibawakan oleh motivator terkenal Tung Desem Waringin (TDW). Sudah lama saya mendengar nama besar TDW, dan banyak yang bilang seminarnya bagus, bahkan konon orang rela antri untuk ikut. Makanya saya jadi penasaran. Apalagi disebut seminar ini diperuntukkan bagi yang mau meningkatkan penghasilannya... Wow, mata saya langsung hijau! Di hari H, saya datang ke lokasi seminar di Gajah Mada Plaza, Jakarta, di Wedding Hall lantai 7 (saya juga baru tahu kalau di GM Plaza ada Wedding Hall). Pesertanya ternyata lumayan banyak, mungkin hampir 500 orang. Seminar dijadwalkan mulai jam 9 pagi dan selesai jam 5 sore.  Tapi ternyata seminar molor belum selesai juga sampai lewat jam 5 sore. Saya memutuskan untuk pulang jam 5.30, karena sudah tidak ada yang menarik menurut saya. Terus terang seminar ini tidak sesuai denga...

Proses Lebih Penting daripada Hasil (Kaitannya dengan Pola Asuh Anak)

Pola pikir yang lebih mementingkan HASIL ketimbang PROSES sepertinya memang sudah sangat mendarah daging di masyarakat kita. Dari hal kecil yang bisa kita temui sehari-hari, sampai hal besar, semua mencerminkan kalau ‘kita’ memang lebih senang langsung menikmati hasil, tapi enggan atau malas melewati prosesnya. Ini artinya lebih banyak orang yang tidak sabar, cenderung ambil jalan pintas, dan mau gampangnya saja, yang penting hasilnya tercapai. Hasil memang penting, tapi proses untuk mencapai hasil itu lebih penting lagi. Gak percaya? Tidak usah jauh-jauh. Untuk mendapat nilai A di sekolah, banyak cara yang bisa ditempuh. Lebih baik mana, si Ali yang belajar sungguh-sungguh, atau si Mawar yang mendapat nilai atas hasil mencontek? Dua-duanya sama mendapat nilai A. Tapi proses untuk mencapai nilai A itu yang membuat si Ali jauh lebih berkualitas dibanding si Mawar. Di dunia nyata pasti akan kelihatan ketika mereka harus mengimplementasikan ilmu yang mereka miliki. Memang sudah ...