Langsung ke konten utama

Postingan

Berurusan dengan Anak Kinestetik

Baru menemukan artikel di bawah ini dari suatu website luar, dan baru sadar bahwa anak pertama saya, Rei, sesungguhnya memang tipe anak kinestetik. Inilah penjelasannya kenapa dia: Tidak bisa duduk diam dalam waktu yang lama di manapun dia berada ( A child who has a kinaesthetic learning style cannot just sit still ) Selalu ingin mencoba benda baru tanpa menunggu penjelasan dulu tentang cara menggunakannya ( cannot just sit still and wait for information to be given. They surpass in finding out things for themselves without any needs for guidance. ) Selalu ingin tahu cara bekerja suatu benda atau mainan. Itulah kenapa mainan di rumah banyak yang dibongkar sampai tidak berbentuk lagi ( he or she is fond of tinkering with toys, trying to find out how they work ) Tidak pernah protes kalau diajak pergi ke manapun, bahkan ke tempat-tembat yang tidak ada mainan di situ (mis. toko baju), tapi dia tetap bisa menghibur dirinya sendiri dengan berlari-lari atau bermain dengan benda apa s...

Membangun Trust & Menjaga Hubungan Baik dengan Anak

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan  Kontroversi Pola Asuh Tidak Pernah Marah dan Berkata "Jangan" Kalau ingin anak kita berkembang menjadi anak yang positif, menjadi orang tua yang otoriter bukanlah solusinya. Memarahi dan menghukum anak hanya akan membuat anak menjadi takut pada orang tuanya; takut ketahuan, takut dihukum, dsb., tapi tidak mendidik dan memberi pengertian yang sesungguhnya pada anak. Malah bisa jadi nanti anak jadi suka berbohong dan melakukan perbuatan sembunyi-sembunyi dari orang tuanya. Mengasuh anak adalah suatu proses timbal balik, bukan hanya satu arah dari orang tua ke anak. Ini sama saja membangun Trust dua arah antara orang tua dan anak. Tidak pernah memarahi dan tidak pernah berkata "jangan" saja tidak cukup, perlu usaha dan tekad untuk membangun hubungan baik dengan anak secara konsisten dan berkesinambungan. Saya menemukan bahwa kalau kita bisa menjaga hubungan yang baik dan Trust  dua arah dengan anak sudah terbangun,...

Kontroversi Pola Asuh Tidak Pernah Memarahi dan Berkata "Jangan" ke Anak

Konsep pola asuh yang tidak pernah memarahi dan tidak pernah berkata "jangan" kepada anak sepertinya memang masih dianggap sesuatu yang aneh dan tidak biasa. Beberapa kali saya mendapat respon yang tidak terduga ketika saya mengungkapkannya kepada orang lain. Padahal menurut saya ini pola asuh yang masuk akal, ilmiah, positif, dan sesuai fitrah anak-anak. Pernah suatu hari saya menceritakan hal ini kepada teman sekantor, yang kebetulan juga punya anak laki-laki seumuran anak saya. Reaksi dia adalah, "Ah, itu mah anak kamu saja yang memang dari sananya penurut." Di lain waktu teman saya lainnya malah bilang bahwa cara ini adalah cara didik dari barat dan tidak sesuai dengan ajaran agama. Hmm oke (tarik nafas dulu sebentar).

The Reasons I Chose This School

This article is not intended to persuade or to convince anyone. It's just a note to myself as to remembering my decision in choosing the education that I feel right for my kids. First of all, I didn't choose this school because of its "International School" tag. In fact, the "International" tag had made my doubts in the beginning. It all started from my long contemplation of the education system that I went through all my life. It's about the curriculum. Basically, I feel the conventional curriculum no longer sufficient for future competitiveness, as the learning is a one-way instructional from teachers to students. It doesn't help motivate and develop creative way of thinking and stimulate the excitement of learning. The conventional curriculum puts too much emphasis on academic and too much pressure on students, it is even doing more damage to them. When kids feel pressurised, their brain cells stop to grow.

School Time is Coming!

Yeay... school time is coming! Today, we just attended PSTIC, Parent-Student-Teacher Initial Conference, at the new school that we enrolled to for our first son, Rei (3 years 8 months old). We're so excited about it, because we've been waiting for a year to finally be able to enrol him to this school. He is the same excited as we are. This is the kind of school that I could only dream of I could ever go to. If only this kind of school existed as I was a kid. I fell in love with it since the first time I attended its open house about one and a half years ago. It's so different than other schools. It's not about the facility per se, I've seen better than this. It's about the curriculum, and how they view child's development in very detail. They apply the so called "Active Learning" curriculum. I know that the jargon is common nowadays in other comparable schools. But I can say that they implement "true" active learning, because it's...

Anak-Anakmu (by Khalil Gibran)

Selalu suka membaca puisi Khalil Gibran yang satu ini. Membuat saya selalu ingat dan berpikir kembali mengenai keberadaan dan misi saya di dunia ini sebagai orang tua. Anak adalah berkah dari Tuhan yang terindah. Mereka lahir ke dunia bukan untuk kita omeli setiap hari, tapi kita asuh dengan penuh cinta dan doa. Namun juga bukan untuk kita manja setiap hari, tapi kita didik untuk kelak menjadi orang yang tegar, bijak, dan membawa keberkahan bagi sekitarnya. Anak juga sekaligus adalah ujian. Ujian apakah kita bisa lebih sabar. Ujian apakah kita bisa lebih bijaksana. Ujian apakah kita bisa selalu bersyukur dalam kondisi apapun. Ujian apakah kita bisa menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Dan ujian apakah kita bisa selalu tawakal kepada-Nya. Sebagai hamba Allah yang yang kelak akan kembali kepada-Nya, saya merasa tidak berhak untuk berlaku tidak baik, keras, maupun kasar kepada anak, karena mereka adalah titipan-Nya yang harus kita jaga sebaik-baiknya. ...

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah

Baru nemu tulisan yang banyak di-share di FB. Penjelasannya bagus dan cukup masuk akal. Sekarang si kecil belum tanya-tanya masalah begini. Mudah-mudahan nanti masih ingat cara jawabnya kalau suatu hari dia tiba-tiba bertanya :) KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH Allah itu Siapa? Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu  rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…